Friday, May 2, 2014

TANTANGAN BISNIS E-COMMERCE

Standard
Tantangan Bisnis E-Commerce 


Khususnya untuk para pembisnis e-commerce nih, Disini saya akan memberikan informasi tentang e-commerce di Indonesia.  Indonesia sempat masuk dalam daftar negara dengan potensi pertumbuhan industri e-commerce yang cerah, namun hal itu tidak membuat perjalanan industri e-commerce Indonesia berjalan mulus. Bahkan sempat pula dikatakan masih banyak pelaku industri yang merugi. Dinamika tersebut tentu ada sebabnya. Situs Quartz membeberkan empat tantangan yang mungkin harus dihadapi oleh industri e-commerce Indonesia, yuk kita simak.

1. Banyaknya pengguna Internet yang tak sejalan dengan tingkat penjualan e-commerce

Kitakan tau nih Indonesia yang dikenal sebagai negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia diketahui memiliki jumlah pengakses internet yang juga cukup banyak. Namun tak disangka hal tersebut rupanya tak berdampak cukup baik terhadap tingkat penjualan e-commerce di Indonesia. Menurut situs Quartz, Indonesia berada di posisi paling akhir dari lima negara di Asia perihal peringkat penjualan e-commerce


Waw, cina sama japan banyak ya pengguna jasa e-commercenya. Walau begitu, diproyeksikan pertumbuhan nilai penjualan e-commerce Indonesia ditargetkan akan bertumbuh dua kali lipat pada tahun-tahun mendatang, yang diikuti pula dengan pertumbuhan mobile commerce di Indonesia yang diprediksi akan ikut mendongkrak pertumbuhan ini. 

2. Akses belanja online di Indonesia masih didominasi oleh kalangan profesional

Diketahui, saat ini mayoritas trafik tertinggi dalam aktivitas belanja online berkisar di dalam waktu “jam-jam kantor”. Dikatakan oleh Rio Inaba CEO Rakuten Indonesia yang dimuat dalam pemberitaan Quartz, trafik pembelanjaan online akan meningkat lagi di waktu sore hari atau setelah para pekerja selesai istirahat makan siang. Hal ini menurutnya dikarenakan para pembelanja lebih merasa mudah mengakses situs-situs e-commerce di kantornya ketimbang mengaksesnya di rumah. Masalah ini berkaitan dengan masih lambatnya koneksi jaringan internet di rumah. Nah itutuh masalahnya koneksi jaringan dirumah masih lemot.

Untuk isu seperti ini untungnya Indonesia saat ini tengah berbenah diri seperti contohnya dengan menyiapkan koneksi jaringan internet berkecepatan 10Gbps di tahun 2015 mendatang.

3. Konsumen Indonesia masih menyukai belanja online lewat cara “konvensional”

Walau sudah serba online, nyatanya konsumen Indonesia saat ini masih jauh lebih menikmati belanja online dengan cara lama seperti lewat grup di BlackBerry Messenger (BBM), classified marketplace, forum, hingga layanan jejaring sosial seperti Facebook dan lain-lain. Semua layanan ini merupakan sistem belanja online yang bisa mempertemukan antara penjual dan pembeli (C2C). iya juga kenapa orang Indonesia lebih baik belanja lewat konvensiona, karena banyak sekali pembisnis e-commerce yang palsu alias penipu nah kalo mau aman belanja online bisa diliat post saya sebelumnya koo.

4. Masih terbatasnya layanan pembayaran dan keperluan logistic

Tantangan ini bisa membuktikan bahwa e-commerce bisa menjadi solusi terbaik bagi konsumen Indonesia di tengah-tengah buruknya infrastruktur transportasi. Isu kemacetan dan buruknya sarana transportasi masal ke pusat-pusat perbelanjaan tentu membuat konsumen harus berupaya tinggi untuk dapat berbelanja. Dengan e-commerce masalah tersebut tentu bisa teratasi.

Kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis

Kita sebagai pembisnis e-commerce bila ingin sukses dalam bidang penjualan online. Harus bisa menghadapi empat tantangan dalam bisnis  e-commerce.
1. Banyaknya pengguna Internet yang tak sejalan dengan tingkat penjualan e-commerce
2. Akses belanja online di Indonesia masih didominasi oleh kalangan profesional
3. Konsumen Indonesia masih menyukai belanja online lewat cara “konvensional
4. Masih terbatasnya layanan pembayaran dan keperluan logistic
Bila kita bisa melewati empat tantangan ini insya allah kita bisa menjadi pembisnis online yang sukses.




Thursday, May 1, 2014

BUDAYA, KREATIVITAS DAN INOVASI

Standard
Teori Organisasi Umum 2 #

Pertemuan 13&14

BUDAYA, KREATIVITAS DAN INOVASI



A. Pengertian Dan Fungsi Budaya Organisasi

Disini saya akan menjelaskan apa saja peranan fungsi budaya dalam organisasi. Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. 

Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :
1. Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391) 
Budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.

2. Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263) 
Budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.

3. Menurut Robbins (1996:289)
Budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.

4. Menurut Schein (1992:12)
Budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.

5. Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000)
Budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan budaya organisasi dalam penelitian ini adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.

Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut:
a. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
b. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
d. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.

e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

B. Tipologi Budaya 


Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe budaya organisasi :
1. Akademi
Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.

2. Klub
Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.

3. Tim Olah Raga
Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.

4. Benteng
Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.

C. Kreatifitas Individu dan Team Proses Inovasi

Kreativitas  merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru.  Kreativitas merupakan salah satu kebutuhan pokok manusai, yaitu kebutuhan akan pewujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebetuhan paling tinggi bagi manusia (maslow, dalam munandar, 2009). Pada dasarnya setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif, kreativitas dapat diidentifikasi dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat (munandar, 2009) . Kreativitas team merupakan pikiran dari para anggota untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kemajuan kelompok atau organisasi.

Proses Inovasi 

1. Menurut David Neeleman (Pendiri dan CEO JetBlue), Inovasi merupakan proses berupaya mencari cara untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik daripada sebelumnya.

2. Menurut Ibrahim (1989), Inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide, barang, kejadian, metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat).

3. Menurut Amabile et al. (1996), Inovasi atau innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru.

4. Menurut Prof. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru, inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan. Inovasi dapat berupa ide, proses dan produk dalam berbagai bidang.

Sumber:





PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

Standard
Teori Organisasi Umum 2 #
Pertemuan 11&12

PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI


A. Pengertian Perubahan Organisasi
Perubahan adalah hal yang pasti akan dilakukan oleh setiap organisasi di dunia ini untuk menjaga eksistensinya, akibat perubahan zaman.  Perubahan atau berubah secara etimologis dapat bermakna sebagai usaha atau perbuatan untuk membuat sesuatu berbeda dari sebelumnya. Dalam istilah perubahan organisasi, dikenal juga istilah serupa yaitu change interventation adalah sebuah rancangan aksi atau tindakan untuk membuat inovasi dan merubah sesuatu menjadi berbeda.

Perubahan organisasi adalah upaya masyarakat dalam organisasi tersebut, bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan yang sama, dengan melakukan perubahan-perubahan organisasi dalam berbagai aspek. Factor-faktor dalam perubahan organisasi:
1. Faktor Ekstern
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya.

2. Faktor Intern
 Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
- Problem hubungan antar anggota
- Problem dalam proses kerja sama
- Problem keuangan

B. Pengertian Perkembangan Organisasi
Ada beberapa pengertian tentang Perkembangan Organisasi yang dituturkan oleh para pakar, diantaranya adalah:
- Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga    organisasi itu dapat beradaptasi dengan dengan lingkungannya
- Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi
- Perkembangan organisasi merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi
- Perkembangan organisasi merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi
- Perkembangan organisasi lebih menekankan pada system sebagai sasaran perubahan.
- Perkembangan organisasi meliputi perubahan yang sengaja direncanakan.

Sebuah organisasi sangatlah perlu mengalami sebuah perkembangan, karena suatu organisasi dapat dikatakan berhasil saat organisasi tersebut berkembang ke arah yang positif, sehingga rakyat yang tergabung dalam organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya. 

C. Langkah-Langkah Perubahan Organisasi
Ada tujuh langkah komprehensif yang ditempuh dalam proses perubahan organisasi. Langkah-langkah tersebut yaitu:
1. Mengenali kebutuhan akan perubahan
2. Menetapkan tujuan perubahan
3. Mendiagnosis apa yang menyebabkan perlunya dilakukan perubahan
4. Memilih teknik perubahan yang sesuai untuk mencapai tujuan
5. Merencanakan implementasi untuk perubahan
6. Mengimplementasikan perencanaan perubahan
7. Mengevaluasi perubahan dan tindak lanjut


D. Perencanaan strategi Pengembangan organisasi
Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini.

- Tahap 1: Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan
Perencanaan dimulai dengankeputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya sumberdayanya secara tidak efektif.

- Tahap 2: merumuskan keadaan saat ini
Pemahaman akan posisi perusahaansekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencanadapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut.

- Tahap 3: mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukurkemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah.

- Tahap 4: mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan
Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut danpemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.


E. Implikasi Manajerial dalam perubahan dan pengembangan Organisasi 
Perubahan organisasional adalah tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi yang berlaku kini, ke kondisi masa yang akan datang yang diinginkan guna meningatkan efesiensinya.
Pengembangan Organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kurangnya kerja sama, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.

Friday, April 25, 2014

DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI

Standard
Teori Organisasi Umum 2 #
Pertemuan 9&10


DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI



      A. Dimensi struktur organisasi

     Struktur organisasi berkaitan dengan hubungan yang relatif tetap diantara berbagai tugas yang ada dalam organisasi. Proses untuk menciptakan struktur dan pengambilan keputusan tentang alternatif struktur disebut desain organisasi. Pembentukan struktur organisasi dihadapka pada dua hal, yaitu diferensiasi atau pembagian tugas diantara anggota organisasi, dan integrasi atau koordinasi dalam pembagian tugas tersebut. Struktur organisasi membahas bagaimana cara organisasi membagi tugas diantara anggota organisasi dan menghasilkan koordinasi diantara tugas-tugas tersebut. Ada lima keputusan desain yang diperlukan untuk menciptakan struktur organisasi yaitu:

      1. Pembagian tugas
Berkaitan dengan proses membagi tugas ke dalam suatu unit-unit tugas yang secara  berturut-turut lebih kecil. Manfaat mengorganisasikan tugas adalah kelompok orang yang bekerja sama dalam suatu pembagian kerja mampu menghasilkan lebih dari yang mereka hasilkan sendiri. Hal penting dalam pembagian kerja adalah sejauh mana tugas-tugas harusnya dispesialisasikan. Keputusan tingkat spesialisasi yang tepat adalah keputusan desain yang penting karena akan bedampak pada efektivitas organisasi. Spesialisasi tugas yang tinggi menimbulkan rasa bosan, namun dapat meningkatkan produktivitas, karena:
   - Melakukan tugas berulang dapat meningkatkan keahlian
   - Mengurangi kebutuhan pelatihan
   - Mengurangi waktu terbuang karena alih tugas
   - Pengendalian kualitas lebih baik

      2. Departementasi
Merupakan proses mengkombinasikan tugas ke dalam kelompok-kelompok atau departemen-departemen. Derajat kesamaan dari tugas yang ada dalam satu departemen adalah hal pokok. 

      3. Rentang kendali
Berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan dengan efektif oleh seorang atasan. Organisasi dengan rentang kendali luas memiliki sedikit tingkat hirarki, banyak orang berada dibawah satu penyelia, sehingga terbentuk struktur organisasi datar (flate). Sedang pada rentang kendali sempit, manajer hanya membawahi beberapa bawahan, terbentuk struktur organisasi yang tinggi. Hal tersebut dapat menghalangi komunikasi antar pribadi yang lebih luas dalam organisasi.  Besarnya rentang kendali yang efektif dipengaruhi oleh beberapa faktor:
   - Sifat tugas
Jika rutin dan sederhana maka rentang kendali luas, dan jika kompleks dan sering berubah maka rentang kendali sempit.
   - Kemampuan bawahan
Rentang kendali luas jika bawahan memiliki tingkat kemampuan dan profesionalitas tinggi, dan rentang kendali sempit jika ketrampilan bawahan rendah.
   - Kontak dan koordinasi
jika tugas memerlukan kontak dan koordinasi tinggi antara bawahan dan atasan, maka rentang kendali sempit.

      4. Delegasi wewenang
Berkaitan dengan sejauh mana wewenang pengambilan keputusan tersebar dalam hirarki organisasi, jika tersebar secara luas maka disebut desentralisasi, sedangkan jika hanya ada di tingkat atas maka disebut sentralisasi. Organisasi yang relatif kecil dan karyawan tidak banyak, serta tugas tidak begitu kompleks biasanya menerapka sentralisasi. 

   5. Mekanisme koordinasi

Organisasi harus mengintegrasikan berbagai aktivitas dan orang dalam organisasi. Ada tiga metode yang dapat digunakan untuk melakukan koordinasi:
   - Standardisasi proses kerja, tugas rutin dikoordinasikan dengan prosedur.
   - Standardisasi hasil, produk harus diproduksi sesuai spesifikasi.
   - Standardisasi keahlian, tingkat keahlian tinggi melalui pelatihan.


      B. Departementalisasi


Merupakan proses mengkombinasikan tugas ke dalam kelompok-kelompok atau departemen-departemen. Derajat kesamaan dari tugas yang ada dalam satu departemen adalah hal pokok. Tugas dapat dikelompokan dalam beberapa kriteria yaitu:

       1. Departementasi fungsional

Merupakan metode yang paling efektif. Tugas yang sejenis dan saling  terkait dapat dikelompokkan dalam departemen yang sama. Kelebihannya adalah meningkatkan keahlian, memungkinkan penggunaan sumber-sumber secara maksimal, mendorong penggunaan keahlian dan peralatan tertentu, komunikasi dan prestasi meningkat. Kelemahannya adalah mengurangi komunikasi dan kerja sama antardepartemen sehingga menimbulkan perspektif sempit. 

      2. Departementasi atas dasar produk

Terdiri dari kombinasi ke dalam suatu tugas departemen yang meliputi memproduksi produk-produk sejenis. Biasanya terjadi pada perusahaan besar yang sulit untuk mengkoordinasikan beraneka ragam departemen fungsional. Misalnya PT Astra Internasional. Keunggulannya adalah menciptakan koordinasi dan pemusatan usaha memproduksi secara efektif, berorientasi pada konsumen, dan pekerja lebih kohesif. Kelemahannya keahlian dan sumber-sumber tidak dimanfaatkan secara optimal.

      3. Departementasi atas dasar wilayah

Organisasi menggunakan geografis sebagai dasar departementasi, jika organisasi tersebar di area geografis yang luas untuk unit yang sama. Keunggulannya adalah mengurangi permasalahan yang diakibatkan oleh jarak, seperti kesulitan komunikasi, pengamatan dan keputusan yang mendesak.

      4. Departementasi atas dasar pelanggan 

Mengelompokan tugas dengan mengorganisasikannya sesuai dengan pelanggan yang dilayani. Terutama jika pelanggan memiliki kategori dan kebutuhan dari masing-masing kelompok yang  berbeda secara signifikan.


      C. Model-model desain organisasi


1. Model Mekanistis

Menekankan pentingnya produksi dan efisiensi melalui :
• Penggunaan Ekstensif aturan dan prosedur
• Kewenangan terpusat
• Spesialisasai tenaga kerja yang tinggi

2. Model Organik

Menekankan pentingnya produksi dan efisiensi melalui :
• Penggunaan terbatas aturan dan prosedur
• Kewenangan terdesentralisasi
• Derajat spesialisasi yang relatif rendah


      D. Implikasi Manajerial desain dan struktur organisasi


Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desan dan struktur organisasi.

Sumber: 


Saturday, March 22, 2014

KEPEMIMPINAN

Standard
Teori Organisasi Umum 2 #
Pertemuan 7&8

KEPEMIMPINAN

      
A. Teori dan Arti Penting Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian
sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin untuk mempengaruhi yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin untuk mencapai suatu tujuan  organisasi.

1. Teori Genetis (Keturunan) Inti dari teori menyatakan bahwa “Leader are born and nor made” (pemimpin itu dilahirkan bakat bukannya dibuat). Para penganut aliran teori ini mengetengahkan pendapatnya bahwa seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan.

2. Teori Sosial, para penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.

3. Teori ekologis, teori ini pada intinya berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia telah memiliki bakat kepemimpinan. Bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut.

4. Teori prilaku, pasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan.

5. Teori situasional, menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang.

      B. Tipologi Kepemimpinan

Dari keterangan diatas, kepemimpinan berkembang menjadi beberapa tipologi kepemimpinan; di antaranya adalah sebagian berikut

    1. Tipe Otokratis
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

    2. Tipe Militeristis
Seorang pemimpin yang bertipe militeristis, ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut. dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, ukar menerima kritikan dari bawahannya.

    3. Tipe Demokrasi
Tipe Demokratis, Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut: dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya.

    4. Tipe Paternalistis
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut: menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan.

    5. Tipe Karismatik
ingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.

Dari keterangan diatas tergambar bahwa untuk menjadi pemimpin tipe demokratis bukanlah hal yang mudah. Namun pemimpin yang demikian adalah yang paling ideal, alangkah baiknya jika semua pemimpin berusaha menjadi seorang pemimpin yang demokratis. Dan menurut saya pemimpin yang karismatik adalah pemimpin yang pempunyai sifat yang baik dan mempunyai wibawa dalam berkata dan memimpin suatu organisasi.

      C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepemimpina

- Faktor Internal
Sebagai seorang pribadi, pemimpin tentu memiliki karakter unik yang membedakannya dengan orang lain. Keunikan ini tentu akan berpengaruh pada pandangan dan cara ia memimpin. Ada karakter bawaan yang menjadi ciri pemimpin sebagai individu, ada kompetensi yang terbentuk melalui proses pematangan dan pendidikan.

- Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor bawahan dan situasi. Faktor bawahan adalah faktor yang disebabkan oleh karakter bawahan, di dalamnya terkait dengan status sosial, pendidikan, pekerjaan, harapan, ideologi, agama dll. Faktor-faktor itu tentu akan menentukan bagaimana pemimpin mengatur dan mempengaruhinya. Jika bawahan itu adalah siswa, maka pemipimpin akan menjalan pola kepemimpinan sesuai dengan karakter siswa.

      D. Implikasi Manajerial Kepemimpinan dalam Organisasi

Organisasi apapun yang berdiri, tentu akan menggunakan yang namanya konsep kepemimpinan, karena dengan menggunakan konsep kepemimpinan tujuan organisasi mendapatkan hasil yang diharapkan yang telah disepakati oleh pemimpin serta anggotanya.

Pada tataran praktis managerial, konsep kepemimpinan juga mesti diterapkan sehingga dalam organisasi terkonnsep rapi, efektif, efisiensi untuk mencapai suatu tujuan organisasi.


Sumber:


Friday, March 7, 2014

BERKERJA SAMA DALAM TEAM

Standard
Teori Organisasi Umum 2 #

Pertemuan 3&4

BERKERJA SAMA DALAM TEAM 


     A. Pengertian dan Karakteristik Kelompok

PENGERTIAN KELOMPOK MENURUT BEBERAPA PARA AHLI:
1. Menurut Homans (1950).
Kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain, dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak.
    
2. Menurut Merton. 
Kelompok merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi, sesuai dengan pola yang telah mapan.
    
3. Menurut Achmad S. Ruky. 
Kelompok adalah sejumlah orang yang berhubungan (berinteraksi) antara satu dan yang lainnya. Yang secara psikologis, sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap, diri mereka sebagai suatu kelompok.
    
4. Menurut  Muzafer Sherif. 
Kelompok  adalah kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih individu ,yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur.
     
5. Menurut De Vito (1997).
Kelompok merupakan, sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah.

Karakteristik Kelompok:
Beberapa ahli mengatakan bahwa dalam suatu kelompok terdapat ciri – ciri, yaitu:
  1). Terdiri dari 2 orang atau lebih. 
  2). Adanya interaksi yang terus menerus.
  3). Adanya pengembangan identitas kelompok.
  4). Adanya norma – norma kelompok.
  5). Adanya diferensiasi peran.
  6). Peran yang saling tergantung.
  7). Produktivitas bertambah atau meningkat.

     B. Tahapan Pembentukan Kelompok

Model pembentukan suatu kelompok, pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965). Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik, dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.

  - Tahap 1 - Forming.
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas.
  - Tahap 2 - Storming.
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi.
  - Tahap 3 - Norming.
Terdapat kesepakatan, dan konsensus antara anggota kelompok. 
  - Tahap 4 - Performing.
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan, pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu.
   - Tahap 5 - Adjourning dan Transforming.
Tahap dimana proyek berakhi,r dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun, ketika mereka mengalami perubahan.

     C. Kekuatan Team Work

Teamwork atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok ,yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi, yang menjadi satu pribadi untuk mencpai tujuan bersama.

Berikut poin-poin teamwork yang baik:
1). Teamwork adalah kerjasama dalam tim yang dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.
  
2). Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
  
3). Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
  
4). Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus  disingkirkan.
  
5). Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
  
6). Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
  
7). Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi  modal sukses bersama.
  
8). Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.
  
9). Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team.
  
10). Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.
  
11). Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada  pemboikotan kerjasama.
  
12). Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target  tidak perlu waktu yang lama.

13). Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the dream work’.

      D. Implikasi Manajerial

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen.
Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu:
1. Implikasi prosedural.
2. implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan dan perumusan tindakan.


Kesimpulannya Kelompok atau team merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil, dimana untuk berkomunikasi lebih mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain, dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka.


Referensi:




MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM KOMUNIKASI

Standard
 Teori Organisasi Umum 2 #

Pertemuan 1&2


MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM KOMUNIKASI

      
A. Pengertian dan Arti Penting Komunikasi

Kata atau istilah komunikasi (communication), secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. 

Jadi, Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

Komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting supaya tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian informasi antar anggota suatu organisasi agar tercapainya tujuan tertentu. Jika terjadi kesalah pahaman dalam penyampaian komunikasi dalam organisasi dapat menyebabkan masalah, contohnya:

1). Dalam Lingkup Perusahaan
 Seorang bawahan yang tidak dapat membuat tugas secara deadline dikarenakan adanya halangan namun bawahan merasa takut untuk menyampaikan alasan kepada atasannya, dari masalah ini dapat menimbulkan kesalapahaman seorang bawahan kepada atasannya karena kurang berkomunikasi.

2). Dalam Lingkup Sekolah
Terjadinya tawuran antar pelajar dikarenakan adanya saling menguasai suatu wilayah, tidak adanya komunikasi yang baik antar pelajar. Bila ada komunikasi yang baik pasti kejadian tauran pelajar bisa dihindarkan.

     B. Jenis dan Proses Komunikasi

Jenis Jenis Komunikasi:
    1. Komunikasi lisan
Komunikasi lisan dibedakan menjadi dua yaitu: 
a). Komunikasi lisan secara langsung 
Komunikasi lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka. lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/ berdialog, pada saat wawancara, rapat, berpidato.

b). komunikasi lisan yang tidak langsung 
Komunikasi lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti telepon, handphone, VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan bicara.

    2. Komunikasi tulisan
komunikasi tulisan adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan, tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya.

Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut:




       C. Komunikasi Efektif

Komunikasi efektif adalah adanya penerimaan pesan oleh komunikan, sesuai pesan yang dikirim oleh komunikator dan komunikan memberikan respon positif seperti yang diinginkan.
1. Aspek komunikasi effektif:
    a. Kejelasan.
    b. Ketepatan.
    c. Konteks.
    d. Alur.
    e. Budaya.

2. Ciri-ciri komunikasi efektif:
    a. Langsung.
    b. Asertif (tidak takut mengatakan apa yang diinginkan).
    c. Congenial (ramah dan bersahabat).
    d. Jelas, terbuka.
    e. Lisan, dua arah, responsive.

3. Lima Pondasi Membangun Komunikasi Efektif:
    a. Berusaha benar-benar mengerti orang lain.
    b. Memenuhi komitmen / janji.
    c. Menjelaskan harapan.
    d. Meminta maaf dengan tulus ketika membuat kesalahan.
    e. Memperlihatkan integritas pribadi.

4. Faktor penentu keberhasilan dalam komunikasi efektif
   a. Komunikator (pandai menggunakan bahasa, intonasi, simbol dan mimik yang menarik simpati dan empati dari komunikannya).
   b. Pesan (cara penyampaian, isi pesan sesuai dg kebutuhan dan diminati oleh komunikan).
   c. Media (sesuai dengan pesan yg ingin disampaikan).
   d. lingkungan (kondisi yang mendukung).

     D. Implikasi Manajerial

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen.

Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu:
1. Implikasi prosedural. 
2. implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan dan perumusan tindakan.



Referensi :